Oleh: Haryani Santo Hartono, S.E., M.A.

(Pembimbing Manasik Umrah dan Haji Wanita BMMT Travel)

“Umrah ngapain aja?” Adalah salah satu pertanyaan yang sering terlintas di benak Kaum Muslimin yang baru mendengar tentang ibadah umrah. Karena mayoritas Umat Islam, terutama di Indonesia masih banyak yang awam dan sebatas mengetahui ibadah yang dilaksanakan ke tanah suci adalah haji. Umrah, merupakan kata yang asing, atau bagi sebagian besar orang bukan lah ibadah yang harus diutamakan. Tidak heran jika hanya sedikit orang yang paham mengenai pengertian dan penjelasan detailnya. Alhamdulillah saat ini semakin banyak orang yang ingin mengetahui sebetulnya umrah itu ngapain saja dan penjelasan tentang ini sudah dapat didapatkan dengan mudah dengan cara mengakses di dunia maya.

UMRAH ITU APA?

Umrah itu apa? Untuk menjawab pertanyaan utama di atas, terlebih dulu mari kita jawab sebenarnya umrah itu apa? Mari kita perhatikan penjelasan berikut. Pada prinsipnya, umrah adalah salah satu ibadah yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala dalam Al-Qur'an :

وَأَتِمُّواْ ٱلۡحَجَّ وَٱلۡعُمۡرَةَ لِلَّهِ

‌ۚArtinya : “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah” (QS Al Baqarah : 196).

Pada ayat ini, haji dan umrah disebut secara bersamaan dan menjadikan keduanya sama-sama bersifat wajib. Dalil lainnya adalah haji dan umrah disebutkan dalam suatu hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan jihad bagi kaum wanita. Jika haji dan umrah menjadi wajib bagi kaum wanita, berarti terlebih lagi bagi kaum pria. Berarti, dapat dikatakan ibadah umrah adalah ibadah yang sifatnya wajib, sama seperti haji. Dilaksanakan dengan tata cara tersendiri yang akan dijelaskan di penjelasan berikutnya. Sampai sini semoga dapat memberikan penjelasan mengenai umrah itu apa.

Baca juga : Umrah Wajib atau Sunnah

UMRAH ITU BERAPA HARI?

Umrah itu berapa hari? Kira-kira begitu lah pertanyaan lanjutan bagi sebagian orang yang baru mengetahui tentang ibadah umrah. Haji, adalah ibadah yang ditetapkan waktu pelaksanaannya, yaitu bulan Dzulhijjah. Hanya sekali dalam setahun. Sementara umrah, dapat dilaksanakan kapanpun. Melihat urutan manasik (tata cara) yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebetulnya umrah dapat dikerjakan sehari saja.

Niat --> Ihram --> Tawaf --> Sa’i --> Tahallul

Semua rangkaian umrah dapat dikerjakan dalam waktu yang singkat, tidak membutuhkan waktu berhari-hari. Jadi seandainya hanya punya waktu sehari untuk melaksanakan ibadah ini, insyaallah akan bisa diwujudkan. Tetapi biasanya kita akan merasa sayang jika sudah berada di tanah suci kemudian harus bergegas meninggalkannya. Maka biasanya, jadwal umrah yang diberikan oleh penyelenggara perjalanan minimal 7 hari. Ditambah 1 hari perjalanan berangkat dan 1 hari perjalanan pulang jadi total 9 hari. Ada juga yang lebih dari itu, paling maksimal yaitu selama 1 bulan masa tinggal (sesuai ketentuan saat pembuatan visa).

Pertanyaan umrah itu berapa hari terjawab sudah. Biasanya dalam kurun waktu 7 hari yang diberikan oleh penyelenggara perjalanan dibagi menjadi 4 hari berada di Makkah dan 3 hari berada di Madinah. Perlu kah ke Madinah? Sebagian besar jemaah yang berangkat umrah bersusah payah mengumpulkan biaya untuk bisa berangkat ke tanah suci. Sayang sekali jika tidak menyempatkan diri berziarah ke kota Nabi (Madinah). Di Madinah terdapat Masjid Nabawi yang di dalamnya terdapat raudhah (salah satu taman dari taman-taman surga).

Baca juga : Ada Apa Saja di Madinah

UMRAH DAPAT DILAKSANAKAN KAPAN SAJA

Umrah dapat dilaksanakan pada kapan saja. Di antara kedua belas bulan hijriah yang ada yaitu Muharram, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Dzulkaidah, Dzulhijjah. Umrah dapat dilaksanakan pada hari mana saja. Sepanjang tahun, sudah banyak penyelenggara perjalanan ibadah umrah yang menawarkan berbagai pilihan jadwal keberangkatan. Umrah bisa dilaksanakan di akhir tahun dengan memanfaatkan cuti tahunan atau yang bertepatan dengan libur anak-anak sekolah. Atau bisa juga ketika libur panjang kenaikan kelas anak sekolah atau bisa juga saat libur Ramadhan anak-anak yang tinggal di pondok pesantren. Semua waktu bisa dipergunakan untuk melaksanakan ibadah umrah. Keputusan ada di tangan jemaah itu sendiri.

UMRAH NGAPAIN AJA

Kembali lagi ke pertanyaan awal, sudah mulai bisa dijawab dengan merinci kegiatan yang dilakukan selama umrah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ambillah dariku manasik (haji) mu” (HR Muslim No.1297). Diawali dengan niat ber-ihram. Bagi jemaah pria wajib mengenakan pakaian ihram tanpa mengenakan pakaian berjahit di dalamnya. Sementara jemaah wanita bebas mengenakan pakaian apa pun asalkan menutup aurat. Dilanjutkan dengan thawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak 7x lalu sa’i lari-lari kecil dari Shafa ke Marwah dan sebaliknya sebanyak 7x. Setelah selesai baru tahallul sebagai tanda selesainya ibadah umrah.

Baca juga : Tata Cara Umrah

Dilihat dari singkatnya rangkaian ibadah umrah, waktu pelaksanaannya pun cukup dikerjakan dalam sehari atau bahkan dalam tempo beberapa jam saja. Berbeda halnya dengan ibadah haji yang membutuhkan prosesi lebih panjang. Melanjutkan lagi kegiatan setelah ber-tahallul, jemaah umrah dapat memperbanyak ibadah harian di Masjidil Haram dimana ketika melaksanakan shalat di dalamnya bernilai 100.000x lipat daripada dikerjakan di masjid selainnya. Di dalam Masjidil Haram juga terdapat Ka’bah dimana salah satu sisi nya terdapat Multazam tempat berdoa yang maqbul. Pilihan lain setelah memperbanyak ibadah adalah ber-ziarah (mengunjungi) ke tempat-tempat bersejarah di Kota Makkah. Misalnya ke kawasan Jabal Nur (Gua Hira') tempat diturunkannya wahyu pertama atau ke Jabal Tsur (Gua Tsur) tempat persembunyian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Abu Bakr radhiallahu ‘anhu dari pengejaran Kafir Quraisy saat hendak hijrah ke Yatsrib (sekarang Madinah).

Lalu dari Makkah jemaah berpindah ke kota Madinah dan memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi. Mengerjakan shalat di Masjid Nabawi bernilai 1000x lipat daripada dikerjakan di tempat selainnya kecuali Masjidil Haram. Di dalam Masjid Nabawi terdapat raudhah, salah satu taman dari taman-taman surga yang juga merupakan tempat paling maqbul untuk memanjatkan doa. Raudhah terletak di antara tempat tinggal dan mimbar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bagi jemaah laki-laki bisa melakukan ziarah ke pemakaman Baqi, tempat para penduduk yang dalam riwayat disebutkan sebagai penghuni kubur yang mula-mula dibangkitkan kelak setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakr dan Umar radhiallahu ‘anhum.

Sebuah kesempatan istimewa, melaksanakan ibadah umrah sebaiknya dimanfaatkan dengan memperbanyak ibadah. Umrah ngapain aja, selain tentu saja mengerjakan ibadah umroh itu sendiri yang dimulai dari ihram sampai dengan tahallul, juga memperbanyak ibadah harian di masjid. Mengejar keutamaan mengerjakan shalat di dua masjid suci yaitu Masjidil Haram di Kota Makkah dan Masjid Nabawi di Kota Madinah. Baru setelahnya bisa juga menyempatkan ber-ziarah ke tempat-tempat bersejarah di kedua kota tersebut, mungkin sambil membeli pernak pernik untuk sekedar kenang-kenangan maupun buah tangan bagi handai taulan di tanah air.