Oleh: Haryani Santo Hartono, S.E., M.A.

(Pembimbing Manasik Haji dan Umrah Wanita BMMT Travel)

“Ada apa saja di Madinah?”. Madinah Al Munawwarah (kota yang bercahaya) atau biasa juga disebut sebagai Madinah Nabawiyyah (Kota Nabi), adalah sebuah kota tua yang dulu bernama Yatsrib. Nama Yatsrib itu sendiri sebenarnya adalah nama orang yang pertama kali membuka kota itu dan menghuninya. Yatsrib adalah tujuan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabat pada saat turun perintah pergi hijrah meninggalkan Kota Makkah. Yatsrib dan para penduduknya menjadi kaum anshar (penolong) bagi para muhajirin dari Makkah. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengganti nama Yatsrib menjadi Madinah. Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Mereka mengatakan Yatsrib, padahal namanya Madinah, (Madinah) itu membersihkan manusia seperti api yang membersihkan kotoran besi” (HR Muslim, No.2452).

Penduduk Yastrib kala itu secara ramai-ramai menyambut kedatangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang didampingi oleh Abu Bakr radhiallahu ‘anhu. Semua orang bersuka cita menerima kehadiran penyambung wahyu Illahi di tanah mereka yang diberkahi.

Masjid Quba

Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah berdiri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendirikan shalat di sana secara berjamaah dengan para shahabat yang pada waktu itu kiblatnya masih menghadap ke arah Masjidil Aqsha. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu menyempatkan diri mendatangi Masjid Quba untuk melakukan shalat dua rakaat. Dalam hadits shahih riwayat Muslim dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhu, dia berkata :

“Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap hari Sabtu dengan berjalan kaki atau berkendaraan kemudian melaksanakan shalat dua rakaat”.

Dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Majah dari Sahl bin Hunaif radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu datang ke Masjid Quba’, kemudian dia mendirikan shalat di sana, maka dia mendapatkan pahala umrah”.Dalam hadits lain riwayat Tirmidzi dari Usaid bin Alhudhair radhiallahu ‘anhu,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Shalat di Masjid Quba seperti melakukan umrah”.

Ketika ber-umrah dan ber-ziarah ke Madinah, biasanya sudah menjadi standar city tour para jamaah akan diajak ke Masjid Quba. Sebelum berangkat diumumkan agar para jamaah berwudhu dan menjaga wudhunya dengan niat mengerjakan shalat di Masjid Quba dengan harapan mendapatkan keutamaan shalat di Masjid Quba yang nilainya seperti melakukan umrah.

Masjid Nabawi

Masjid Nabawi adalah masjid yang selain sebagai tempat shalat juga digunakan sebagai pusat pemerintahan Kaum Muslimin dan pengembangan Islam di bawah pimpinan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Masjid Nabawi memiliki keutamaan-keutamaan yang disebutkan dalam hadits berikut.Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah pelana itu diikat –yaitu tidak boleh bersengaja melakukan perjalanan (dalam rangka ibadah ke suatu tempat)- kecuali ke tiga masjid : Masjidil Haram, Masjid Rasul - shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan Masjidil Aqsha” (HR Bukhari 1189 dan Muslim No.1397).

Tidak diperbolehkan bepergian ke tempat-tempat lain untuk beribadah selain ketiga masjid yaitu Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha. Termasuk tidak boleh menyengaja hanya untuk beribadah ke suatu masjid tertentu selain ketiga masjid tersebut, apalagi jika memiliki niat berkunjung ke makam-makam orang shalih/wali untuk mengambil karamah dan beribadah di sana, jelas ini adalah perbuatan yang dilarang.

Dalam hadits lainnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik dari 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram” (HR Bukhari No.1190 dan Muslim No.1394 dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu).

Melaksanakan shalat di Masjid Nabawi bernilai 1000x shalat di masjid lain selain Masjidil Haram karena mengerjakan shalat di Masjidil Haram bernilai 100.000x shalat di masjid lain.

Baca juga : Keutamaan Masjid Nabawi

Raudhah

Raudhah (taman) yang disebut sebagai wilayah yang spesial di Masjid Nabawi adalah area yang disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berada di antara rumah dan mimbar beliau. Hadits dari Abdullah bin Zaid al-Mazinni radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu taman surga” (HR Bukhari No.1195 dan Muslim No.3434).

Hadits dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Mimbarku ini merupakan salah satu tur’ah (pintu) surga” (HR Ahmad No.9812).

Maka beberapa pendapat mengatakan bahwa disunnahkan ketika masuk ke dalam raudhah untuk memperbanyak shalat wajib dan sunnah, membaca Al-Qur'an dan jika memungkinkan ber-iktikaf di dalamnya.

Pemakaman Baqi Al Gharqad

Pemakaman Baqi Al Ghargad atau yang juga dikenal dengan nama Jannatul Baqi adalah pekuburan kaum Muslimin di Madinah. Dalam sebuah hadits dari Abu Rafi’ radhiallahu ‘anhu, ia berkata:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta kepada para sahabatnya sebuah pekuburan untuk memakamkan orang yang telah meninggal. Beliau meminta sebuah tempat di pinggir Kota Madinah. Beliau bersabda, “Aku diperintahkan memilih tempat ini”, yaitu Baqi’”.

Di antara hadits yang meriwayatkan keutamaan pemakaman Baqi’ adalah:

“Siapa yang bisa meninggal di Madinah, silakan meninggal di Madinah. Karena aku akan memberikan syafaat bagi orang yang meninggal di Madinah” (HR Tirmidzi No.3917).

Jabal Uhud

Jabal Uhud adalah sebuah bukit yang terletak di utara Kota Madinah. Ketinggiannya mencapai 1.077 meter. Jabal Uhud memiliki nilai historis bagi Kaum Muslimin, karena di lembah gunung ini lah pernah terjadi peperangan besar antara Kaum Muslimin di bawah pimpinan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kafir Quraisy yang berakhir kekalahan di sisi Kaum Muslimin.

Mengenai Jabal Uhud, ia adalah bukti yang dijanjikan ada di surga. Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Jika kita ingin melihat bukit yang ada di surga, maka ziarahlah ke Bukit Uhud. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bukit Uhud adalah satu dari bukit-bukit yang ada di surga” (HR Bukhari).

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memandang ke Uhud sambil berkata,

“Sesungguhnya Uhud adalah gunung yang sangat mencintai kita, dan kita pun mencintainya”.

Dalam sebuah riwayat pun dikisahkan bahwa suatu saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Uhud bersama dengan Abu Bakr, Umar dan Ustman radhiallahu ‘anhum. Seketika Jabal Uhud bergetar, lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghentakkan kakinya dan bersabda,

“Tenanglah wahai Uhud, di atasmu sekarang ialah Rasulullah, seorang shiddiq dan dua yang kelak akan mati syahid”.

Tak lama kemudian Jabal Uhud berhenti bergetar. Demikian merupakan kerinduan dan kegembiraan Uhud dalam menyambut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Baca juga : Perang Uhud

Dengan apa yang terdapat di Madinah, ia menjadi kota yang istimewa setelah Makkah Al Mukarramah. Maka tidak heran jika rangkaian perjalanan ibadah umrah rasanya tidak afdhal jika tidak menyempatkan berziarah ke Kota Madinah.